Sony

Vestibulum ante ipsum primis in faucibus orci luctus et

Microsoft

Etiam at risus et justo dignissim congue. Donec congue lacinia

Nintendo

Donec congue lacinia dui, a porttitor lectus condimentum


Latest News

Selasa, 03 Juli 2018

Review Pes 2018

By With Tidak ada komentar:

Mungkin ini adalah salah satu judul permainan yang paling banyak ditunggu-tunggu oleh gamer yang berada di seluruh dunia. Sebagai salah satu jenis genre permainan favorit, PES 2017 sebenarnya didatangkan untuk para pengguna konsol. Beruntungnya, untuk para pengguna platform mobile, ternyata Konami berbaik hati karena menghadirkan permainan ini untuk perangkat berbasis sistem operasi Android dan iOS berselang 8 bulan setelah peluncuran resminya pada platform konsol. Begitulah, Konami telah meluncurkan permainan ini untuk semua platform mobile di seluruh dunia.

Yang cukup menarik pada peluncuran versi mobile yang ada sekarang ini, Konami ternyata membuat semuanya jadi berbeda. Tidak seperti judul permainan serupa yang diluncurkan oleh EA, yang mana FIFA Mobile datang secara berulang-ulang tanpa membawa perubahan besar. Hadirnya PES 2017 ini ternyata cukup mengejutkan. Hal ini dikarenakan Konami membawa sesuatu yang baru untuk perangkat mobile. PES 2017 benar-benar seperti dibawa dari perangkat konsol ke genggaman tangan. Pemain akan dapat merasakan sensasi bermain PES 2017 pada ponsel pintar atau pun tablet mereka, dan mendengarkan komentator serta soundtrack yang sama dengan yang mereka rasakan pada perangkat konsol.

Permainan ini sendiri sebenarnya sudah diluncurkan sejak bulan Mei 2017 yang lalu. Jika ada gamer yang menanyakan mengapa game ini datang begitu lama, hal ini dikarenakan para pengembang game ini memang benar-benar ingin menghadirkan permainan ini dengan sungguh-sungguh bagus dan bisa dinikmati oleh para pemain dengan nyaman. Sebenarnya, jika gamer mengetahuinya, PES 2017 mobile ini sudah dikembangkan sejak bulan Desember 2016 yang lalu dan telah datang dalam berbagai fase beta. Namun, baru benar-benar bisa dimainkan sekarang karena alasan yang telah disebutkan tadi. Yang lebih menarik adalah tidak apa-apa bagi PES 2017 ini untuk sedikit terlambat di mobile, namun game ini ternyata bisa didapatkan secara gratis baik untuk iOS mau pun Android.

Walau pun seperti yang telah dikatakan pada paragraf atas, dimana Konami sebenarnya ingin membawa pengalaman bermain pada konsol ke perangkat mobile ini. Namun tetap saja, akan sulit untuk bisa menyamakan secara mutlak. Tetap ada perbedaan yang terjadi antara versi konsol dengan versi mobile. Namun, Konami setidaknya telah berusaha, dan para pemain bisa merasakan bagaimana rasanya untuk bermain PES versi lawas di konsol, melalui ponsel pintar mereka.

Yang lebih penting di sini adalah PES 2017 dapat berjalan dengan mulus pada ponsel Anda, dan tentunya tanpa harus membuat ponsel menjadi sangat panas karena sistem yang bekerja. Hanya saja, ukuran permainan ini menjadi sangat besar, terlebih karena memiliki tujuan untuk membawa pengalaman dari konsol ke mobile. Bagi gamer yang ingin memainkan permainan ini, harus menyediakan setidaknya ruang sebesar 1.5GB agar bisa meng-install PES 2017. Itu sendiri masih mendapatkan tambahan di dalam permainan untuk komentatornya sebesar 250MB lagi. Tentunya, ini bukanlah ukuran yang kecil untuk sebuah permainan di perangkat mobile.

Seperti permainan sepakbola lainnya, PES 2017 Mobile akan memberikan tutorial singkat di bagian awal permainan bagi mereka yang baru saja mengunduh dan meng-install permainan ini. Pemain akan diajarkan cara bermain secara dasar dari permainan ini, seperti menggiring bola, membagikan bola, memberi tekanan, menembak, dan lain sebagainya. Selain itu, juga ada beberapa panduan profesional di dalamnya, seperti memberikan umpan lambung, umpan terobosan, melakukan tackle, dan masih banyak lagi.


Yang cukup penting di sini sebenarnya adalah tentang kontroler yang akan digunakan oleh pemain. Ada sangat banyak tambahan yang diberikan oleh Konami dalam sudut kontroler ini, dimana pemain bisa menyentuh layar mereka atau melakukan gesekan di layar ponsel untuk membantu permainan. Tapi, bagi pengguna yang mungkin justru merasa tidak nyaman dengan fitur ini, Konami masih menyediakan tampilan lama untuk kontroler yang bisa digunakan oleh pemain. Jadi, kontroler ini akan berguna untuk mereka yang mungkin ingin mencoba metode baru dalam bermain game sepakbola di platform mobile.

Setelah merasa cukup dalam bermain-main dengan tutorial basis awal kontroler di dalam permainan, maka PES 2017 akan menyarankan Anda untuk langsung bermain dengan mencoba pertandingan awal dari permainan ini. Pemain bisa langsung memilih tim mana yang ingin mereka mainkan untuk pertandingan awal. Jumlah kesebelasan yang ada di platform mobile ini pun sama dengan yang ada di konsol. Pada pertandingan "exhibition match" ini, akan ada pertandingan yang sangat mudah dan bisa dimainkan dengan kemenangan besar. Awalnya, mungkin banyak dari pemain yang akan mengira ini adalah pertandingan pembuka yang memang diberikan tingkat kesulitan yang mudah oleh Konami, dan setelah ini, barulah mereka akan mendapatkan pertandingan demi pertandingan yang sulit. Namun, setelah beberapa percobaan yang dilakukan penulis di dalamnya, ternyata permainan ini belum sama seperti yang ada di konsol. Bagi pemain yang sudah sering bermain di konsol, maka bermain pada platform mobile sepertinya akan menjadi sangat mudah sekali. Bahkan, bisa dikatakan jadi kurang adanya tantangan untuk versi mobile ini.


Namun, bagi pemain yang membutuhkan tantangan lebih, janganlah merasa kuatir. Sebab, ada tingkat kesulitan tersendiri bagi Anda yang memainkan mode Campaign di dalam permainan ini. Di dalam mode permainan tersebut, pemain akan mendapati 10 pertandingan yang sangat panjang. Pemain akan membutuhkan poin-poin penting agar bisa melanjutkan ke level selanjutnya. Hanya saja, pada mode ini, semua pemain akan dikendalikan oleh AI, jadi pemain hanya akan menjadi semacam manager saja di sini. Ini tentu saja akan memberikan pengalaman baru untuk para pemain yang tidak begitu pandai bermain. Hal ini dikarenakan mereka dapat belajar cara bermain dari AI.

Salah satu fitur yang sangat menarik di sini adalah pemain dapat bertanding dengan teman secara langsung alias real time dengan menggunakan koneksi WiFi atau juga paketan kuota dari provider. Menariknya lagi, tidak ada kendala dalam bermain melawan musuh. Hanya saja, koneksi yang dibutuhkan tentunya haruslah stabil. Sebab, jika sampai tidak, maka permainan jadi akan kurang nyaman untuk dimainkan dan sedikit terputus-putus.

Fitur lain yang juga menarik yang ada di PES 2017 Mobile ini adalah mode Events. Pemain harus menghadapi tantangan dalam kurun waktu yang diberikan. Juga, ada events harian yang bisa diambil oleh pemain. Selain itu, Konami juga memberikan events yang mengikuti jadwal pertandingan yang ada di dunia nyata sekarang ini, sebagai contohnya saja seperti UEFA Champion League. Dalam mode ini, pemain yang semakin sering mengambil pertandingan, maka akan semakin banyak tantangan yang dibuka untuk bisa dimainkan selanjutnya. Pemain sendiri memiliki kesempatan untuk mengulangi setiap pertandingan yang ada jika pemain tidak bisa memenangkan pertandingan.
Ulasan lebih dalam

Di dalam permainan ini, Konami mempertahankan aspek untuk mengumpulkan poin-poin di dalam setiap pertadingan yang bisa didapatkan oleh pemain. Poin tersebut adalah MyClub. Pemain bisa mendapatkan poin ini dari setiap pertandingan yang digelar pada pertandingan hiburan yang ada di pembukaan game. Pemain akan diberikan pemain-pemain yang sangat tidak bagus di sana, dan tugas pemain adalah harus memenangkan setiap pertandingan untuk membentuk tim yang sangat kuat dengan membeli beberapa pemain hebat. Tapi, bagi pemain yang memiliki banyak uang tentu saja tak perlu kuatir dengan masalah ini. Sebab, Konami memang menyediakan pemain untuk bisa dibeli dengan uang sungguhan. Hanya saja, ini tentu akan menjadi kurang menarik, sebab unsur yang ingin ditekankan di sini adalah tantangan untuk mengembangkan tim dengan susah payah.


Ada satu hal yang cukup menarik di sini, dimana pemain juga bisa mendapatkan pemain baru dari undian yang diberikan di dalam permainan. Nantinya, akan ada bola-bola yang bergulir dengan cepat dan pemain dapat memilihnya sesuai dengan keberuntungan masing-masing, alias gacha. Bola yang berwarna hitam adalah bola yang memiliki nilai tertinggi di antara semuanya. Beberapa bola yang bergulir sendiri, ada yang berwarna putih, perak, emas, dan juga hitam. Sementara bola berwarna putih adalah bola yang memiliki poin terendah.

Yang cukup menyedihkan di sini adalah pemain akan benar-benar bersusah-payah untuk bisa mengumpulkan poin demi poin untuk diraih, dimana pemain akan menghabiskan waktu selama 15 menit untuk satu pertandingannya, dan harus memainkan sebanyak 20 permainan untuk bisa mendapatkan Energy Bar hingga penuh. Ini sepertinya strategi Konami agar pemain bisa menggunakan uang mereka untuk membeli poin dengan uang mereka agar bisa membentuk tim yang diidam-idamkan dengan cara yang cepat, alias in-app purchases. Tentu saja, ini adalah hal yang wajar, terlebih karena untuk platform mobile, game ini bisa didapatkan secara gratis.

Satu hal yang paling mengecewakan di dalam PES 2017 Mobile ini, selain dari teknik pengumpulan poin yang telah disebutkan di atas tadi, adalah Konami ternyata tidak mengijinkan pemain untuk menggunakan klub yang ada di dunia nyata ketika pemain bermain sendiri atau bersama teman, sekali pun ini hanya pada mode "exhibition match" saja. Tentu saja, ini menjadi kekecewaan besar bagi setiap pemain, sebab keuntungan dari bermain di perangkat mobile sendiri adalah pemain bisa bermain di mana saja dan dengan siapa saja, tanpa harus duduk diam di depan konsol di dalam rumah. Pastinya, banyak pemain yang akan berharap kepada Konami agar mengijinkan setiap pemain bisa mendapatkan hiburan untuk bertanding dengan menggunakan klub sepakbola sungguhan seperti yang ada di dunia nyata sebagai suatu pertandingan hiburan semata.
Penilaian

Walau pun permainan ini sebenarnya terlalu mudah untuk dimainkan dan bahkan bisa dibilang cukup membosankan, khususnya untuk mereka yang memang telah berpengalaman dalam permainan seperti ini, tapi setidaknya ada apresiasi yang dapat kita berikan kepada Konami. Hal ini tentu saja dari usaha Konami untuk membawa permainan dan pengalaman yang ada di konsol untuk perangkat mobile. Apalagi, jika dibandingkan dengan pesaing terberatnya, yaitu FIFA, game besutan Konami ini telah membawa standar baru yang cukup baik bagi para pecinta game sepakbola di perangkat mobile. Secara keseluruhan, PES 2017 mendapatkan nilai 7/10.

Kelebihan :
Game dapat berjalan dengan baik di perangkat mobile
Skema kontroler yang baru diusung telah dibuat dengan sangat baik
Soundtrack dan komentator yang luar biasa

Kekurangan :
Tidak ada pilihan untuk mengubah mode tingkat kesulitan
Tidak dapat bermain dengan klub sepakbola yang ada di dunia nyata
Susahnya untuk mendapatkan pemain baru
Butuh waktu satu hari penuh agar bisa mengisi Energy Bar hingga penuh

Review Assassin’s Creed Identity

By With Tidak ada komentar:

Jika kamu mendengar nama Assassin’s Creed, besar kemungkinan yang langsung terbayang di benakmu adalah sebuah aksi petualangan epik dengan melibatkan lokasi eksotis, serta perseteruan Assassin melawan Templar yang melatarbelakangi peristiwa penting dalam sejarah dunia nyata.

Pemahaman kita mengenai game Assassin’s Creed tadi terbentuk karena sejak awal seri tersebut rilis di tahun 2007 silam, Ubisoft telah membentuk identitas game action yang begitu kuat hingga mengakar dalam benak para pemainnya. Dan kini, lewat keberadaan game mobile terbarunya berjudul Assassin’s Creed Identity, Ubisoft seolah hadir memberikan fan servicemenarik untuk memperingati sembilan tahun Assassin’s Creed sebagai game action yang patut diperhitungkan di berbagai platform, termasuk mobile. 

Lantas bagaimana dengan permainannya sendiri? Apakah Ubisoft kali ini sukses menyajikan sebuah spin-off mobile yang layak menyandang nama besar Assassin’s Creed? Mari kita lihat sama-sama.
Iterasi terbaru dari petualangan sang Assassin di perangkat mobile


Assassin’s Creed Identity sendiri bisa dibilang adalah game mobile Assassin’s Creed pertama yang hadir membawakan pengalaman bermain urban-traversal action seperti dalam Assassin’s Creed versi console.

Sekadar informasi kecil saja, Ubisoft sebelumnya sudah cukup sering merilis versi mobile dari game Assassin’s Creed mulai dari era game Java hingga OS mobile modern seperti iOS dan Android. Namun dari sekian banyak gameyang mereka hasilkan, belum ada yang dibuat sebagai game third person action menyerupai “cetak biru” dari permainan Assassin’s Creedversi console.

Secara garis besar, Assassin’s Creed Identity merupakan sebuah action RPGyang akan membawamu ke dalam aksi petualangan di zaman Renaissance Italia. Sama halnya dengan Assassin’s Creed versi console, dalam game ini kamu bermain layaknya seorang Assassin, di mana membunuh menjadi mata pencaharian utamamu untuk mendapatkan experience dan koin guna membeli equipment baru.


Ada dua mode permainan yang akan sering kamu jalani di sini, yaitu mode Campaign dan satu lagi adalah mode Contracts. Mode Campaign sendiri adalah jalinan misi dengan latar cerita yang kurang terkemas secara menarik tentang konflik antara Assassin melawan Crows, organisasi kriminal Italia yang berada di bawah naungan Templar.

Sedangkan untuk mode kedua, Contracts, kamu akan diajak menjalani rentetan misi tak bercerita dengan reward uang serta experience yang cukup menggiurkan untuk keperluan leveling Assassin kamu. Lewat mode ini kamu bahkan bisa “menyewa” karakter Assassin milik temanmu untuk membantu menyelesaikan kontrak yang kamu jalani.


Kalimat open-world sendiri sebetulnya juga kurang cocok untuk digunakan di game ini. Mengapa? Karena sebetulnya dunia yang ditampilkan Assassin’s Creed Identity terbagi-bagi dalam susunan peta yang tidak terlalu luas dan ditutup dinding pembatas di sana-sini.

Di sepanjang level ini, kamu akan berkeliling menjelajahi isi peta tersebut guna menyelesaikan berbagai objektif yang diberikan mulai dari membunuh target khusus, melindungi NPC tertentu, membuntuti lawan, dan lain-lain. Gaya permainan kamu nantinya juga akan ditentukan oleh tipe kelas Assassin yang kamu gunakan.

Terdapat empat kelas Assassin yang bisa kamu pilih dalam Assassin’s CreedIdentity. Kamu bisa bermain sebagai Berserker yang unggul dalam hal pertarungan jarak dekat, Shadowblade yang ahli menyerang musuh dari jarak jauh, dan terakhir Trickster, Assassin yang unggul dalam mengecoh lawan-lawan mereka.


Kelas karakter keempat adalah Thief yang hanya bisa dimainkan jika kamu sudah “membeli” karakter tersebut lewat sebuah toko bernama Heroic Shop. Sesuai namanya, dengan karakter ini kamu bisa mencuri koin dari para NPC dan musuh, serta menggunakan bom flash untuk kabur dari kejaran penjaga.

Terlepas apa pun jenis kelas yang kamu pilih, toh ujung-ujungnya aksi membunuh tetap menjadi solusi utama kamu dalam menyelesaikan sebuah misi. Jadi apakah kamu mau melakukan pendekatan stealth atau tidak dalam sebuah misi, itu semua hanyalah soal gaya bermain kamu saja.
Kontrol yang membahayakan rencana stealth sang Assassin


Masih berbicara soal gameplay, Assassin’s Creed Identity memiliki penyakit yang sebetulnya juga seringkali dialami game third person action lainnya di luar sana, yaitu kontrol. Untuk skema pengendaliannya sendiri, kita diberikan virtual joystick yang bagian kirinya berfungsi untuk menggerakkan karakter dan posisi kanan untuk mengatur sudut pandang kamera kita.

Kedua kombinasi joystick tadi sangatlah penting untuk mengatur indikator “Parkour Helper” yang berfungsi sebagai alat pengukur apakah bangunan di depan kita bisa dipanjat atau tidak. Meskipun dengan konsep skema kontrolnya tadi pengendalian karakter game ini kelihatannya cukup simpel, namun pada kenyataannya mengatur posisi kamera dan gerakan sang Assassin tidaklah senikmat yang kita bayangkan.

Seringkali aksi memanjat dan menuruni tembok dalam Assassin’s Creed Identity terbentur faktor ketidaksengajaan saya dalam mengatur perspektif kamera. Entah apakah ini termasuk bug atau tidak, namun yang jelas saya berulang kali melakukan manuver bodoh yang tidak diharapkan, hanya karena pada saat itu saya justru memanjat dinding di saat saya seharusnya menyelinap dari balik tembok.
Sinkronisasi online yang menyebalkan

Internet lancar jaya tidak menjadi jaminan di sini

Bayangkan skenario semacam ini, kamu sudah susah payah menyelesaikan misi Campaign panjang di mana objektif sampingan di dalamnya juga sudah terselesaikan dengan sempurna. Begitu memasuki bagian penghitungan skor akhir, langkah permainanmu mendadak terhenti oleh gangguan konektivitas server yang berpotensi menghilangkan progres bermain sebelumnya. Menyebalkan bukan?

Skenario di atas merupakan contoh kasus yang saya alami dalam Assassin’s Creed Identity. Dengan tujuan untuk menyimpan datamu agar sang Assassin bisa digunakan pemain lain di luar sana, saya melihat Ubisoft telah menciptakan sistem sinkronisasi online yang kurang begitu efektif karena mau tidak mau kamu harus tersambung internet di saat sebagian besar permainanmu dihabiskan dalam game single player.

Sinkronisasi data pemain akan selalu berlangsung baik itu di saat kamu mengatur kelengkapan equipment karakter, penjelasan objektif misi, proses leveling skill, dan banyak lagi lainnya. Durasi sinkronisasinya juga tidak bisa ditebak, bahkan di saat indikator sinyal paket data saya sedang penuh sekalipun. Jadi jika kamu sedang bermain Assassin’s Creed Identity, pastikan kamu telah tersambung dengan koneksi internet yang cukup mumpuni.
Ada sisa-sisa skema game freemium di balik bungkusnya sebagai game premium


Uh… oh apa ini? Mahal sekali

Dengan harganya yang tidak murah (saat tulisan ini dibuat game tersebut dibanderol seharga Rp75.000), saya mengharapkan Assassin’s Creed Identitysebagai game premium yang memiliki konten hiburan cukup berbobot seperti halnya seri Grand Theft Auto, Max Payne, dan game mobile premium lainnya. Sayangnya, harapan saya tadi sirna karena dicemari keberadaan skema IAP dengan model penyampaian yang hampir kurang lebih sama seperti game Assassin’s Creed modern, dalam hal ini Assassin’s Creed Unity.

IAP yang saya maksudkan adalah pembelian koin Animus yang perlu kamu pergunakan untuk upgrade senjata, membeli skill “spesial”, membuka slotAssassin serta senjata tambahan, dan lain-lain. Kebutuhan koin yang terkadang tidak sebanding dengan perolehan di saat menyelesaikan misi memaksa untuk melakukan grinding terus menerus atau mencari jalan pintas lewat pembelian IAP yang sangat mahal tadi.

Oh jadi kamu ingin mengenakan kostum versi hitam dari Altair, silakan beli game ini untuk kedua kalinya supaya bisa mendapatkannya

Sekadar informasi saja, Assassin’s Creed Identity awalnya memang dikembangkan sebagai game free-to-play sebelum Ubisoft memutuskan untuk menjualnya dengan harga premium.

Meskipun IAP tersebut awalnya tidak terkesan termasuk mengganggu, namun begitu kamu menyelesaikan sepuluh misi utama dalam modeCampaign, konten Assassin’s Creed Identity secara perlahan mulai diarahkan menuju aktivitas grinding tak berkesudahan, monetisasi DLC, serta pembelian outfit spesial agar Assassin kamu terlihat seperti jagoan utama dari serial Assassin’s Creed di console.

Ke depannya, jika model persaingan leaderboard mulai diterapkan, bisa jadi Ubisoft akan semakin agresif mengimplementasikan monetisasi mereka di Assassin’s Creed Identity. Intinya jika kamu sudah berhasil menamatkan mode Campaign game ini, maka bersiap-siaplah karena sesungguhnya permainan utama dari Assassin’s Creed Identity baru mulai berjalan.
Kesimpulan


Terlepas beberapa kekurangan tadi, Assassin’s Creed Identity sebetulnya adalah game action yang mungkin saja mendapat nilai sempurna jika saja tidak diboncengi monetisasi IAP yang membuat alur permainannya sedikit mirip dengan game freemium di luar sana.

Dengan kelebihannya sebagai game action yang mendekati pengalaman bermain Assassin’s Creed versi console, saya tidak menampik jika ke depannya Assassin’s Creed Identity bisa menjadi kandidat game mobileterbaik di tahun 2016. Kita lihat saja nanti bagaimana perkembangan konten yang dihadirkan Ubisoft, akankah mereka berhasil atau tidak, biar lah waktu yang membuktikan.

Berhubung harganya cukup mahal, untuk saat ini saya sarankan kamu lebih baik menunggu hingga adanya potongan harga atau kemungkinan digratiskannya game ini oleh Ubisoft seperti yang dialami Assassin’s Creed Pirate setahun setelah game tersebut dirilis.
Copyright © 2014 Game House | Designed With By Blogger Templates
Scroll To Top